Wisata Religi Ke Masjid Al-Munawwir Sulawesi Selatan

Masjid Al-Munawwir diciptakan sebagai Masjid Agung untuk Kabupaten Pinrang, yang terletak di Jln. Jenderal Soedirman, Tembok Kelurahan Macora, Kanton Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan.

Karena sengaja digunakan sebagai masjid besar untuk Kabupaten Pinrang, bangunan masjid dibangun di tengah kota, tentu saja, di kompleks Kantor Bupati Pinrang, serta Kantor DPRD Kabupaten Pinrang dan monumen Lasinrang.

Wisata Religi Ke Masjid Al-Munawwir Sulawesi Selatan

Lokasi Mesjid Raya Al-Munawwir bisa dibilang sangat strategis karena terletak di persimpangan Jl. Jenderal Sudirman dan Jln. Bintang membentang melewati Kantor Bupati Pinrang. Masjid ini juga menjadi salah satu landmark paling penting dari Kabupaten Pinrang dan sengaja dibangun sebesar mungkin.

Baca Juga: Daftar Harga Kubah Masjid Terbaru 2020

Pembangunan Masjid Raya Al-Munawwir diprakarsai oleh Drs. H. Andi Nawir MP, Bupati Pinrang ke-13. Bahkan nama masjid “Al-Munawwir” juga diambil dari nama keluarganya sebagai penggagas dan pendiri masjid ini. Sebelum Masjid Agung Al-Munawwir dibangun, semua aktivitas Islam difokuskan pada Masjid Agung Pinang.

Uniknya, Yayasan Masjid Agung Al-Munawwir Pinrang saat ini memiliki Studio Radio Suara Bumi Lansirang (105,8 FM), yang digunakan sebagai media penyiaran dan penyiaran untuk seluruh agenda pembangunan Kabupaten Pinrang, terutama untuk program unggulan H. Andi Aslam Patonagi SH, M Si, MH, yang saat ini sedang hujan. Saluran radio tidak hanya digunakan sebagai agenda penyiaran untuk publik, tetapi juga dimaksudkan sebagai penyedia hiburan, pendidikan dan bahkan pelestarian budaya.

Beberapa acara Islam juga dimasukkan, seperti “Sholeh Anak Sholeh” yang sengaja disusun oleh Wahyuniar, S.Pd, M.Pd. Jenis acara ini dimaksudkan untuk mengajarkan pembentukan karakter anak-anak Pinrang dengan baik melalui kisah-kisah Islam yang menarik untuk didengarkan.

Monumen arsitektur Masjid Agung Al-Munawwir

Masjid Agung Al-Munawwir memiliki arsitektur yang berbeda dari masjid-masjid lain, yaitu dengan menggabungkan arsitektur masjid modern dengan arsitektur masjid umum Nusantara. Kubah tidak dibangun seperti kubah pada umumnya (bundar), tetapi dibuat sebagai bentuk piramida.

Atapnya menggunakan model atap piramida dengan ujung runcing yang didukung oleh konstruksi beton segi delapan. Seluruh atap dibuat dengan tiga piramida seperti kebanyakan masjid di Nusantara.

Sebanyak 4 menara telah dibangun mengapit 4 sudut masjid, semua menara dibangun dengan cara yang sama dan masing-masing dilengkapi dengan balkon menyerupai menara balkon di Masjid Nabawi, Madinah. 

Atap berbentuk limas telah diletakkan di ujung menara, sama seperti atap di bangunan utama masjid. Selain 4 menara yang ditempatkan di sebelah bangunan utama, ada menara lain yang sengaja dibangun dengan ukuran tertinggi dan sekaligus menjadi menara radio Radio Suara Bumi Lasinrang.

Keunikan lainnya juga bisa dilihat pada ornamen di ujung atap masjid dan atap menara.

Tiga bundaran ditempatkan sebagai ornamen di bangunan saté dan di atasnya diberi ornamen berbentuk bulan sabit. Selain itu, atap masjid dan atap piramid tidak ditempatkan dalam garis lurus, tetapi miring 45 derajat.

iga bundaran ditempatkan sebagai ornamen di bangunan saté dan di atasnya diberi ornamen berbentuk bulan sabit. Selain itu, atap masjid dan atap piramid tidak ditempatkan dalam garis lurus, tetapi miring 45 derajat.

Ketika kita memasuki aula doa utama, kita bisa merasakan suasana yang sangat lega di mana pilar pusat, yang biasanya membuat suasana terasa sempit, dihilangkan dari arsitektur masjid ini.

Meski begitu, kekokohan bangunan tidak diragukan lagi karena semuanya terbuat dari beton dan cor. Suasana luas juga muncul ketika bagian atas tidak memiliki plafon untuk membatasi ruang, sehingga ruang terasa sangat luas dan tinggi.

Kemudian lampu gantung besar dipasang sehingga ruangan terasa jernih. Bagian Mihrab dibuat dengan latar belakang hitam dan mimbar di sebelahnya unik karena terbuat dari kayu dan bentuknya hampir sama dengan ujung menara.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>